Sistem Informasi Geografis (bahasa Inggris: Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuahdatabase. Komponen GIS ini meliputi: perangkat keras, perangkat lunak, data, sumberdaya manusia, dan metoda. Kelima komponen tersebut harus terhubung satu dengan lainnya untuk mendukung manajemen dan analisis data spasial. Software untuk GIS: ESRI, Mapinfo Corp, Autodesk
Cara Penggunaan Arcview GIS 3.3
Memilih Start, Programs, ESRI, ArcView GIS 3.3
Membuat Project baru dengan View baru atau sebagai Project kosong

Untuk sekedar membuka, cukup dengan menekan tombol “Cancel”. Setelah itu muncul tampilan baru (sama seperti kalau memilih membuat Project “as a blank project”), dimana ArcView telahsiap dioperasikan. Sebagai latihan klik OK, dengan pilihan pada with a new View. Selanjutnya kita akan dihadapkan pada window project
Membuka Project yang pernah dibuat sebelumnya
Dari menu File pilih Open Project. Maka akan muncul kotak dialog Open Project. Cari lokasi dimana direktori lokasi file-file project (.apr) disimpan. Dalam latihan ini direktorinya dinamai “avdata”. Buka direktori “avdata” (misalnya c:\win32app\avdata\).Pilih file project “qstart.apr” dan klik OK - alternatif lain klik file yang akan dibuka dua kali.
Langkah-langkah untuk membuat sebuah view baru diuraikan berikut ini.
1) Pada window project, klik tombol New
2) Klik icon Add theme, atau dari menu View pilih Add theme
3) Masuk ke direktori shape file berada (misalnya D:\tutor\shp\geologi.shp)
4) Klik dua kali pada file geologi.shp untuk memilih beberapa shapefile maka tekan terus tombol SHIFT dan klik pada file-file yang akan ditampilkan.
5) ArcView tidak langsung menampilkan gambar dari shapefile tersebut, untuk dapat menampilkan gambar klik pada check box sehingga muncul tanda pada check box
Menambahkan Theme
1) Klik (aktifkan) jendela view dimana theme akan disisipkan
2) Klik menu pulldown “View | Add Theme” hingga muncul dialog “Add Theme” atau klik button
3) Dalam dialog “Add Theme”, klik drive, direktori (sub direktori) di sebelah kanan hingga muncul theme (shapefile atau coverage ArcInfo) yang diinginkan di sebelah kiri
4) Klik nama theme tersebut, dan tekan button “OK”Untuk memilih beberapa theme sekaligus, tekan tombol
Mengaktifkan Theme
1) Untuk menampilkan theme pada jendela view, klik check box pada list theme/layer di sebelah kiri hingga aktif (ada tanda cek box)
2) Pilih menu pulldown “View | Full Extent” untuk menampilkan theme-theme yang diaktifkan secara keseluruhan. Klik pada kotak (check box) yang tersedia pada daftar (Table of Contents) yang terletak di bagian kiri view peta. Maka akan muncul tanda (feature on) untuk mematikan maka klik sekali lagi maka tanda (feature off) akan hilang
Langkah-langkah untuk menggunakan Legend Editor dan mengatur kenampakan suatu theme.
Aktifkan theme yang akan diatur dengan meng-klik nama theme tersebut di kotaTable of Content. Pilih menu Theme | Edit Legend. Kotak dialog Legend Editor akan muncul. Untuk merubah simbol dan warnanya kenampakan theme, pada kota dialog “Legend Editor”, klik dua kali simbol theme hingga muncul dialog “Pen Palette”. Pada kotak dialog ini lakukan perubahan terhadap legenda meliputi bentuk, warna, dan ukuran
Sistem Informasi Geografis (SIG) yang memiliki kemampuan membuat model yang memberikan gambaran, penjelasan dan perkiraan dari suatu kondisi faktual. Oleh karena itu maka untuk mendapatkan model, informasi dan gambaran keruangan tentang komoditas yang cocok maka dilakukan kegiatan Pembuatan Peta dan Analisis Kesesuain Lahan Menggunakan Metode GIS.


